Wednesday, November 27, 2019

Manusia dan Kegelisahan


MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN KEGELISAHAN




https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/1/19/Logo_Gunadarma.jpg




DISUSUN OLEH :
ALYA APRILIYANTI
10519606
1PA04





UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
JURUSAN PSIKOLOGI

2019

Kata pengantar

  Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah yang berjudul “Manusia Dan Keadilan” ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya  juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
    Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
    Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya  yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.Terima Kasih.



Depok, 27 November 2019


Alya Apriliyanti
10519606





BAB I
PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

Hampir semua tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untuk dicapai. Kegelisahan disini diartikan suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi rintangan tersebut. Kegelisahan dapat diketahui melalui gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi tertentu. Timbulnya rasa gelisah didalam diri manusia dapat disebabkan karena ada rasa takut yang berlebihan karena takut kehilangan atas hak nya serta penyebab lain nya. Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, dan bangsa apapun.
Kegelisahan yang tak terhindarkan disebabkan oleh kompleksitas manusia, lingkungan di mana ia tinggal, dan keterbatasan fisik dan jiwanya. Kegelisahan dan kompleksitas manusia Motif-motif perbuatan yang mendorong dan mengarahkan tingkah laku tidak timbul dan dapat mencapai pemuasan denga cara yang sederhana. Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut, atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yangmenyebabkan rasa gelisah ini mincul. Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi kegelisahan sangatlah perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri, dengan bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita. Karena jiwa kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa kegelisahan.


1.2    Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian kegelisahan ?
2.      Apa saja penyebab kegelisahan dan bagaimana usaha dalam mengatasi kegelisahan ?
3.      Apakah yang dimaksud dengan keterasingan ?
4.      Apakah yang dimaksud dengan kesepian ?
5.      Apakah yang dimaksud dengan ketidakpastian dan bagaimana usaha dalam mengatasinya ?

1.3    Tujuan
Makalah yang disusun bertujuan untuk memenuhi tugas individu mata kuliah ilmu budaya dasar. Selain itu, makalah ini juga disusun untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang manusia dan kegelisahan bagi penulis dan pembaca.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Gelisah artinya rasa tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya Kegelisahan artinya perasaan gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut. Kegelisahan hanya dapat diketahui dari sikap,wajah seseorang yang seperti menunjukan kekhawatiran,dan gerak geriknya contohnya adalah seperti berjalan mundar mandir sambil menundukan kepalanya dengan wajah murung dan mengepal ngepal kedua tangannya dan tentunya malas bicara dan hanya diam saja.
Kegelisahan diartikan suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi rintangan tersebut. Pada hakekatnya kegelisahan menunjuk pada motivasi yang terhalang dan dalam keadaan tak terpuaskan. Kegelisahan yang sifatnya abstrak disebut kegelisahan murni, yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui apa kegelisahannya, seolah-olah tanpa sebab. Ini berbeda dengan kegelisahan "terapan" yang terjadi dalam peristiwa kehidupan sehari-hari yang terjadi dengan adanya sebab tertentu.
2.2       Sebab-Sebab Orang Gelisah
1.      Kompleksitas Manusia
Bertumpuknya pola-pola motif kehidupan manusia mengajarkan kepada manusia bahwa tidak semua motif dapat dipuaskan tetapi ada juga yang memerlukan kesabaran untuk menundanya, dan bahkan bila perlu motif itu ditinggalkan. Bila tidak akan menghasilkan kegelisahan.
2.      Kondisi Lingkungan
Pemuasan yang menyeluruh pada suatu motif juga hampir tidak mungkin sebab tujuan motif itu hanya bisa dicapai menyeluruh jika sesuai dengan apa yang ada di lingkungan.
3.      Ketidakmampuan Penyesuaian Bertindak
Pencapaian kebutuhan tergantung pada keefektifan dalam penyesuaian, hasil hanya didapat jika seseorang mempunyai kebiasaan yang sesuai untuk memanipulasi lingkungan. Manusia hanya berhasil jika ia mempergunakan reorganisasi pengalamannya dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.
4.      Keadaan Fisik
Keadaan fisik merupakan faktor utama sebagai kegelisahan manusia. Sejak bayi lahir ia selalu menghadapi kenyataan bahwa ia selalu terhalang keinginannya karena sebab-sebab fisik. Kegelisahan dan kekhawatiran yang ditimbulkan oleh sebab-sebab fisik tentu saja harus menghinggapi mereka yang mempunyai cacat fisik. Pada masa tua, keterbatasan fisik menjadi penyebab utama dari kegelisahan manusia lagi.
5.      Lingkungan Sosial
Sumber kegelisahan manusia ikut berubah sebagaimana pembangunan teknologi dan ilmu manusia itu sendiri. Manusia satu dengan lainnya selalu tergantung satu sama lainnya, sehingga jika orang satu dengan yang lainnya tidak dapat saling memberi seperti yang diharapkan maka hal ini akan menjadi sumber kegelisahan.
6.      Motif yang Bertentangan
Sumber kegelisahan yang paling rumit ialah pertentangan antara dua motif atau lebih. Hakikat dari konflik antar motif ini adalah bahwa seorang individu tak dapat mencapai tujuannya tanpa harus mengorbankan motif lainnya yang ia miliki. Kadang-kadang konflik ini muncul karena keterbatasan jumlah keinginan yang dapat dicapai pada suatu saat, sebab motif- motif dapat muncul secara bersamaan. Konflik yang lebih sulit lagi ialah jika pemuasan terhadap salah satu motif malah menguatkan motif yang bertentangan.

2.3       Usaha-Usaha Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi  kegelisahan  ini pertama-tama  harus  mulai  dari diri  kna scndiri,  yaitu  kita harus  bersikap  tenang.  Dengan  sikap  tenang  kita  dapat  berpikir  tenang,  sehingga   segala kesulitan  dapat  kita atasi. Senantiasa mengingat Tuhan agar perasaan menjadi tenang, karena Tuhan akan membantu hambanya.

2.4       Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil, atau terpisah dari yang lain. Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Penyebab orang berada dalam keterasingan   itu ialah perilakunya  yang tidak dapat  diterima  atau tidak dapat dibenarkan  oleh masyarakat,  atau kekurangan  yang ada pada diri  seseorang,  sehingga  ia tidak dapat  atau sulit menyesuaikan  diri dalam  masyarakat.

2.5       Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi, artinya sunyi, lengang, tidak ramai, tidak ada orang atau kendaraan, tidak banyak tamu, tidak banyak pembeli, tak ada apa-apa, dan sebagainya. Kesepian adalah keadaan sepi atau hal sepi. Frustrasi pun dapat mengakibatkan kesepian, yang bersangkutan tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri. Hidup dalam keterasingan yang akibatnya kesepian pada hakikatnya disebabkan karena orang itu juga takut kehilangan hak- haknya, kecuali Pangeran Sidharta, yang sengaja mencari kebenaran hidup

2.6       Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, atau apa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidakkonsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau. Penyebab terjadinya ketidakpastian adalah obsesi, phobia, kompulsi, hysteria, delusi, halusinasi dan keadaan emosi.

2.7       Usaha-Usaha Mengatasi Ketidakpastian
Untuk dapat menyembuhkan keadaan ini tergantung kepada mental si penderita. Andai kata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal ituterjadi, maka jalan yang paling baik untuk penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog. Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut lagi.

BAB III PENUTUP

1.1   Kesimpulan
Permasalahan hidup manusia merupakan cikal bakal munculnya kegelisahan dalam diri manusia . Kegelisahan dalam diri manusia merupakan suatu beban tersendiri yang dipikul oleh pikiran dan hati manusia . Terkadang kegelisahan membuat seseorang tidak dapat mengendalikan diri dan hanyut dalam kekalutan dirinya . Tidak jarang dampak dari kegelisahan manusia tersebut merupakan emosi dan amarah yang berdampak kepada orang sekitar dan menimbulkan masalah masalah baru .
            Kegelisahan baiknya disikapi dengan bijaksana dengan berbagai cara yang telah dipaparkan didalam bab isi makalah ini. Kegelisahan yang disikapi dengan bijaksana juga dapat menimbulkan sikap dewasa pada diri seorang manusia karena ia sudah mulai dapat mengenal dan lama kelamaan dapat mengendalikan dirinya sendiri.

1.2   Saran
Dengan diselesaikannya makalah ini penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pembaca. Selanjutnya penulis juga  mengharapkan kritik dan saran guna peningkatan kualitas dalam penulisan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA

Widyosiswoyo Supartono, 2004. Ilmu Budaya Dasar. Ghalia Indonesia : Bogor
Prasetya Joko Tri, 2004. Ilmu Budaya Dasar (lengkap). PT Rineka Cipta : Jakarta
Sulaeman Munandar, 1998. Ilmu Budaya Dasar. PT Refika Aditama : Bandung
Mustopo M. Habib, 2006. Manusia dan Budaya. Kumpulan essay. Ilmu Budaya Dasar. Usaha Nasional : Surabaya 















No comments:

Post a Comment

Manusia dan Kegelisahan

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN KEGELISAHAN DISUSUN OLEH : ALYA APRILIYANTI 10519606 1PA04 U...